October 25, 2015

Kalaweit au cœur du débat en Indonésie / Kalaweit at the center of the debate in Indonesia / Kalaweit di tengah perdebatan tentang sawit


 
Depuis la diffusion de ma vidéo sur mon blog, et dans les réseaux sociaux, adressée au président indonésien, concernant les incendies qui asphyxient la région actuellement, au profit de l’industrie de l’huile de palme, les choses sont mouvementées ici. 
La vidéo est devenue virale. Les internautes s’en sont emparés, et on compte aujourd’hui au moins 800.000 vues, toutes plates-formes confondues, et 83.000 vues uniquement sur ma chaine Dailymotion, depuis le 21 octobre 2015. Toutes les chaines de télévisions l’ont diffusé, entièrement ou partiellement, et j’ai enchainé les interviews et les directs, pendant 2 jours.  J’attaque de front l’industrie de l’huile de palme, qui pousse les propriétaires terriens à brûler pour planter, alors que la visibilité n’est que de 20 mètres à Palangkaraya, à cause de la fumée des incendies. Des équipes de télévisions ont pu filmer des zones où des palmiers ont été plantés seulement 1 semaine après un incendie...
La ministre de l’écologie indonésienne a répondu à ma vidéo en offrant de me rencontrer Jeudi 29 Octobre à Jakarta. Le président lui n’a pas encore répondu directement.
Je refuse aujourd’hui toutes les interviews en Indonésie, jusqu’à ma réunion avec la ministre. 
J’ai reçu des centaines de messages de soutien de la part d’indonésiens, qui se joignent au message de ma vidéo... Mais la situation est aussi tendue, car je fais face à des personnes puissantes, et les tensions commencent à se faire sentir.
J’ai évacué ma famille, loin de la fumée et des pressions.
Merci de continuer à soutenir Kalaweit, nos animaux souffrent de la fumée, mais nous tenons le coup, et nous pensons pouvoir acheter plus de terres à Sumatra. Merci encore, c’est grâce à vous que nous pouvons mener ce combat.

Since the release of my video, on my blog and in social networks, addressed to the President of Indonesia concerning the fires that are suffocating the region caused by the palm oil industry, things are becoming hectic here. 
The video went viral. Visitors took it over, and today there are at least 800,000 views across all platforms and 83,000 views on my Dailymotion channel, all since October 21, 2015. All television channels have aired it, fully or partially, and I have conducted several TV interviews for the last 2 days. I’m attacking the palm oil industry, who encourage private land owners to burn and plant palm oil trees. Today, as a result of the smoke, the visibility is only 20 meters in Palangkaraya.
Television crews were filming areas where palm trees were planted only one week after fire.
The Indonesian Minister of Ecology responded to my video offering to meet me on Thursday, October 29 in Jakarta. The President has not yet responded directly to my video.
Today I am refusing all interviews in Indonesia until my meeting with the Minister.
I have received hundreds of messages of support from Indonesians who share my video message, but the situation is becoming increasingly intense because I'm dealing with powerful people. We are beginning to feel tension here.
I have evacuated my family far from Palangkaraya, from the smoke and the pressure. This situation is expected to last several weeks or months.
Thank you for continuing to support Kalaweit. Our animals are suffering from the smoke, but we are ok for now. In positive news we think we can buy more land in Sumatra soon!
Thank you again. It is thanks to you that we can fight this battle.

Sejak di rilis video saya, di blog saya dan di jaringan sosial, yang ditujukan kepada Presiden Indonesia tentang kebakaran hutan dan lahan yang disebabkan oleh industri kelapa sawit, situasi disini memanas. 
Video itu beredar dan menjadi viral, dan setidaknya sekarang di tonton 800.000 kali di semua platform dan 83.000  hanya di saluran Dailymotion saya, semua sejak 21 Oktober 2015. Semua saluran televisi telah menayangkannya, sepenuhnya atau sebagian, dan saya telah melakukan beberapa wawancara TV selama 2 hari terakhir. Aku menyerang industri minyak sawit, yang mendorong pemilik lahan untuk membakar lahan  dan  menanam pohon kelapa sawit. Hari ini, sebagai akibat dari asap, jarak pandang hanya 20 meter di Palangkaraya.
Kru televisi telah syuting didaerah di mana pohon-pohon sawit ditanam hanya satu minggu setelah kebakaran hutan...
Menteri Lingkungan Hidup Indonesia menanggapi video saya dengan meluangkan waktu untuk bertemu dengan saya pada Kamis 29 Oktober di Jakarta. Presiden belum menanggapi langsung video saya.
Hari ini saya menolak semua wawancara di Indonesia sampai pertemuan saya dengan Menteri pada hari kamis.
Saya telah menerima ratusan pesan dukungan, tetapi situasi menjadi semakin intens dan tekanan mulai terasa.
Saya telah mengevakuasi keluarga saya jauh dari Palangkaraya, dari asap dan tekanan. Situasi ini kemungkinan akan berlangsung beberapa minggu atau bulan.
Terima kasih untuk terus mendukung Kalaweit. Hewan kami menderita karena asap, tetapi kami bertahan untuk saat ini. 
Terima kasih sekali lagi
----
853 amis / friends already 
2647 à recruter / to find
Become a Friend / Devenez un Ami. Cliquez ici / Click here

2 comments:

Eddy Suwan said...

setiap tahun pasti ada Kebakaran hutan yang disengaja untuk pembukaan Lahan perkebunan skala besar, itu selalu berulang dan berulang...seperti tidak ada solusi..

MANA LEBIH PENTING :

Konversi hutan untuk perkebuan skala besar dengan dalih "investasi" yang ujung-ujungnya pasti akan terjadi kebakaran hutan yang disengaja lagi (semuanya menderita, semua terdampak, energi terkuras untuk memadamkan api dan nilai "investasi"pun seperti tidak ada artinya lagi...)

ATAU

KONSERVASI HUTAN untuk tabungan "investasi jangka panjang", yang nilainya lebih berarti bagi masa depan kehidupan makhluk ciptaan Tuhan ?

Mohon sekiranya Pemerintah dan pak Presiden bisa menjawab.
terima kasih.

salam
Untukmu Indonesiaku
https://www.youtube.com/watch?v=jZxkB7ZUcvg

terima kasih Chanee Kalaweit

SETIABUDI MARKET said...

Hi Chanee.. One question from me, are local people near your conservation area also concern about the orangutans and forestry like you?
I actually just followed your activity from the telly and your blog in early 2015 and it's very kind of your concern about orangutan in ny country.
Thank you and keep up the good work.